Kejahatan jalanan dengan modus hipnotis atau gendam masih menjadi ancaman yang nyata di berbagai titik keramaian masyarakat, termasuk di pasar tradisional Agam. Para pelaku hipnotis jalanan biasanya beroperasi dengan sasaran utama orang-orang yang tampak sedang lengah, seperti pedagang yang sedang sibuk melayani pembeli atau pengunjung yang membawa uang tunai dalam jumlah besar. Dengan menggunakan teknik manipulasi psikologis yang halus, pelaku bisa membuat korban kehilangan kesadaran diri sementara dan secara sukarela menyerahkan barang berharga atau sejumlah uang kepada mereka sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.
Modus yang sering digunakan dalam kasus hipnotis jalanan ini adalah mengajak korban berkomunikasi tentang hal-hal yang tidak penting atau menyentuh bagian tubuh tertentu seperti pundak, yang dipercaya dapat memicu sugesti bawah sadar. Dalam kondisi pengaruh tersebut, korban akan merasa bingung dan mudah menuruti apa pun permintaan pelaku, sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka telah menjadi korban penipuan hingga beberapa saat setelah pelaku meninggalkan lokasi. Kejadian ini tentu saja sangat meresahkan para pelaku usaha di pasar karena menciptakan ketakutan serta rasa tidak aman bagi pengunjung setia pasar tradisional setiap harinya.
Pihak kepolisian setempat terus meningkatkan patroli rutin di area pasar dan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat berinteraksi dengan orang asing yang menunjukkan perilaku tidak wajar. Penindakan hukum terhadap pelaku hipnotis jalanan ini dilakukan melalui pasal penipuan KUHP, di mana aparat berjanji akan mengusut tuntas setiap laporan yang masuk agar masyarakat merasa terlindungi. Penting bagi setiap individu untuk mengenali tanda-tanda awal dari manipulasi tersebut.
Salah satu cara efektif untuk mencegah hipnotis jalanan adalah dengan tidak menanggapi percakapan yang tidak perlu dengan orang yang baru dikenal, serta selalu membawa teman saat berbelanja dalam jumlah banyak. Penggunaan perhiasan berlebihan di tempat umum juga sebaiknya dihindari karena sering kali menjadi daya tarik utama bagi pelaku kejahatan yang sedang memantau target di keramaian pasar. Membangun kewaspadaan kolektif antar-pedagang di lingkungan pasar juga sangat krusial.
Selain itu, pihak pengelola pasar tradisional juga mulai memasang poster peringatan dan sistem pengumuman suara yang memberikan tips kewaspadaan terhadap hipnotis jalanan kepada pengunjung setiap jam operasional. Sinergi antara aparat keamanan, pengelola pasar, dan masyarakat adalah fondasi terkuat untuk menjaga ruang publik kita dari segala bentuk kejahatan. Dengan saling peduli dan selalu menjaga kewaspadaan, diharapkan pasar tradisional Agam tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk bertransaksi bagi seluruh warga masyarakat tanpa harus khawatir lagi akan ancaman modus penipuan yang sangat meresahkan tersebut.
