Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengambil langkah progresif dan taktis di luar tugas keamanan utama mereka, yakni memberikan Dukungan Ketahanan Pangan melalui program penanaman jagung secara besar-besaran. Inisiatif yang melibatkan pengerahan sumber daya aparat kepolisian dan kerja sama dengan masyarakat setempat ini bertujuan memanfaatkan lahan tidur yang tidak produktif untuk ditanami komoditas pangan strategis. Proyek ambisius penanaman ribuan hektare jagung ini menjadi contoh nyata sinergi antara aparat negara dan sektor pertanian untuk mengantisipasi gejolak harga pangan dan krisis pasokan di masa depan. Upaya ini menunjukkan komitmen serius dalam Dukungan Ketahanan Pangan di tingkat regional.
Program ini secara resmi diluncurkan oleh Kapolda Banten, Irjen Pol. Dr. Kuntoro S.H., M.Si., pada 1 September 2025. Total luas lahan yang ditargetkan untuk ditanami jagung hibrida mencapai 3.500 hektare, tersebar di lima wilayah kabupaten, dengan fokus utama di area persawahan di Serang Selatan dan Lebak. Untuk memastikan keberhasilan program ini, Polda Banten menggandeng Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Banten untuk penyediaan bibit unggul, pupuk bersubsidi, serta pendampingan teknis. Keterlibatan Polri dalam Dukungan Ketahanan Pangan ini adalah manifestasi dari arahan Kapolri yang mendorong setiap satuan wilayah untuk berinovasi dalam mengawal stabilitas ekonomi daerah.
Pemanfaatan lahan tidur yang sebelumnya tidak tergarap ini memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan produksi jagung lokal, program ini juga membantu memberdayakan masyarakat petani setempat. Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di setiap desa ditugaskan sebagai koordinator lapangan, memastikan proses penanaman hingga panen berjalan lancar dan bebas dari gangguan keamanan. Laporan sementara dari tim pelaksana di lapangan per 25 September 2025 menunjukkan bahwa proses penanaman tahap pertama telah mencapai 60% dari total target, dengan harapan panen raya dapat dilakukan pada Desember 2025.
Keberhasilan program Dukungan Ketahanan Pangan ini diprediksi mampu menghasilkan panen jagung mencapai lebih dari 20.000 ton. Jumlah ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak di Banten dan sekitarnya, tetapi juga dapat dialokasikan sebagai cadangan pangan regional. Proyeksi ini merupakan angin segar di tengah kekhawatiran global terhadap inflasi pangan dan ketidakpastian iklim yang dapat mengancam pasokan pangan nasional.
Secara keseluruhan, inisiatif Polda Banten menanam ribuan hektare jagung merupakan model yang patut dicontoh. Ini membuktikan bahwa institusi keamanan juga memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi dan Dukungan Ketahanan Pangan. Kolaborasi lintas sektor semacam ini adalah kunci untuk menciptakan fondasi ekonomi yang kuat dan mandiri di tingkat daerah.
