Bahan parfum bermutu tinggi ternyata dapat dihasilkan dari lelehan cairan wangi alami yang keluar dari batang kayu pohon purba berukuran raksasa. Pohon berumur ratusan tahun yang tumbuh kokoh di kawasan perbukitan ini secara ajaib meluapkan cairan bening yang memancarkan aroma harum menenangkan. Aroma harum alami yang keluar dari kulit kayu ini sangat mirip dengan kombinasi wangi kayu cendana, vanila, dan bunga-bunga segar alam. Penemuan fenomena langka ini dimanfaatkan oleh para pengrajin lokal untuk diolah menjadi produk wewangian alami bernilai ekonomi tinggi.
Proses terjadinya lelehan cairan wangi dari batang pohon raksasa ini dipengaruhi oleh reaksi alami tanaman terhadap perubahan suhu udara lingkungan sekitar. Pada saat udara malam hari terasa sangat dingin, pori-pori kulit kayu akan membuka dan meneteskan cairan bening kental beraroma harum sangat pekat. Warga setempat menampung tetesan cairan wangi tersebut menggunakan wadah bambu tradisional secara perlahan agar tidak merusak jaringan kayu pohon. Cairan murni yang terkumpul kemudian disaring dan diolah menjadi ekstrak minyak wangi murni tanpa campuran bahan kimiawi buatan.
Produk wewangian alami hasil olahan cairan kayu purba ini memiliki keunggulan daya tahan aroma yang sangat lama saat diusapkan ke pakaian. Keunikan aroma alami yang tidak bikin pusing ini langsung menjadi produk buruan favorit para wisatawan yang berkunjung ke kawasan perbukitan tersebut. Para pembuat parfum lokal mengemas minyak wangi eksklusif ini ke dalam botol-botol kaca kecil yang didesain sangat cantik dan bernuansa etnik. Keuntungan dari penjualan produk parfum herbal ini menjadi sumber penghasilan baru yang sangat menjanjikan bagi warga desa.
Kesadaran warga untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pohon tua penghasil cairan wangi ini berada pada tingkat yang sangat tinggi. Pohon raksasa tersebut dianggap sebagai pusaka alam daerah yang wajib dilindungi dari aksi penebangan liar maupun perusakan kulit kayu secara sembarangan. Area di sekitar keberadaan pohon dipasang pagar bambu pelindung serta diberikan papan aturan larangan merusak bagi setiap pengunjung yang datang melikat. Penghormatan terhadap pohon tua ini bukti keharmonisan hubungan warga dengan alam sekitar.
Penelitian ilmiah dari perguruan tinggi terus dilakukan guna mempelajari kandungan senyawa kimia alami di dalam lelehan cairan wangi pohon purba ini. Para ilmuwan berharap dapat membudidayakan bibit tanaman sejenis melalui teknik perbanyakan vegetatif agar potensi ekonominya dapat dikembangkan lebih luas. Dukungan dari dinas perindustrian daerah makin memperkuat pemasaran produk wewangian lokal ini hingga menembus pasar internasional. Keajaiban lelehan wangi dari pohon purba ini akan terus menjadi kebanggaan daerah.
