Kesadaran warga dalam lestarikan gelaran budaya leluhur terlihat sangat jelas melalui perhelatan acara tahunan yang berlangsung sangat meriah minggu ini. Rangkaian pertunjukan seni tradisional, pameran busana adat, hingga perlombaan permainan rakyat sukses menarik antusiasme warga dari berbagai lapisan usia. Kegiatan ini diadakan bukan sekadar sebagai sarana hiburan rakyat semata, melainkan sebagai wadah edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak lupa akan identitas dan akar sejarah bangsanya.
Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai jorong telah berkumpul dengan mengenakan pakaian adat lengkap untuk mengikuti prosesi pawai budaya. Suara tabuhan gandang dan tiupan saluang membahana di sepanjang jalan utama desa, menciptakan suasana sakral sekaligus penuh kegembiraan warga. Keterlibatan anak-anak sekolah dalam tarian massal menjadi pemandangan menyejukkan yang menunjukkan bahwa regenerasi penikmat dan pelaku seni budaya tradisional berjalan dengan sangat baik di daerah ini.
Upaya bersama untuk lestarikan gelaran budaya daerah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pemuka adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah kabupaten setempat. Anggaran pembinaan seni dialokasikan secara rutin guna memfasilitasi sarana latihan bagi sanggar-sanggar seni independen di tingkat nagari. Pendekatan berbasis komunitas ini membuat warisan tradisi dapat terus hidup dan berkembang secara alami tanpa kehilangan nilai-nilai keaslian dan kesakralan yang terkandung di dalamnya.
Selain dampak sosial kebudayaan, perhelatan acara tradisi ini juga terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi masyarakat pedagang kecil di sekitar lokasi acara. Bazar kuliner khas daerah yang menyajikan aneka prapengan tradisional diserbu oleh pengunjung yang ingin mencicipi cita rasa autentik masakan lokal. Banyak pelaku UMKM meraup keuntungan berlipat ganda dari penjualan suvenir kerajinan tangan khas daerah yang ditawarkan kepada para wisatawan yang berkunjung.
Melalui komitmen yang teguh untuk lestarikan gelaran seni dan budaya lokal, Kabupaten Agam berhasil membuktikan diri sebagai daerah yang maju namun tetap berakar kuat pada tradisi. Kegiatan semacam ini rencananya akan dimasukkan ke dalam kalender pariwisata resmi daerah guna menarik lebih banyak pelancong nasional maupun mancanegara. Dengan kepedulian bersama seluruh elemen warga, warisan budaya yang adiluhung ini dipastikan akan tetap lestari dan bersinar hingga ke anak cucu nanti.
