Petani Agam Diberi Pelatihan Pengolahan Kayu Manis Ekspor

Peningkatan mutu komoditas unggulan daerah diwujudkan melalui puluhan petani Agam yang mendapatkan program pelatihan pengolahan kulit kayu manis standar ekspor di Kabupaten Agam Sumatera Barat. Kegiatan pelatihan praktis ini diselenggarakan guna membekali para pekebun lokal dengan teknik pengupasan, pengeringan, dan pemilahan kulit kayu manis yang sesuai dengan kriteria pasar internasional. Langkah pendampingan ini bertujuan untuk mendongkrak nilai jual produk rempah daerah agar tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah bernilai rendah.

Para instruktur dari dinas perkebunan membagikan teknik pemanenan pohon kayu manis yang benar agar kulit yang dihasilkan memiliki ketebalan ideal dan aroma wangi yang khas. Para peserta diajarkan cara mengeringkan kulit kayu menggunakan sarana pengering tenaga surya agar kadar air dapat ditekan secara optimal tanpa merusak kandungan minyak atsiri di dalamnya. Proses sortasi atau pemilahan grade mutu barang juga diperagakan secara cermat agar para petani mampu memisahkan produk mutu super yang diminati pembeli luar negeri.

Peningkatan kualitas olahan rempah ini membuka peluang besar bagi para penggarap kebun untuk menjalin kerja sama langsung dengan para eksportir rempah-rempah nasional. Dengan menguasai teknik pengolahan standar ekspor ini, pendapatan yang diterima para pemilik kebun dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hasil penjualan konvensional sebelumnya. Para petani sangat antusias mengikuti setiap materi pelatihan dan bertekad untuk langsung menerapkan ilmu pengolahan baru ini di area perkebunan mereka.

Antusiasme dari petani Agam dalam meningkatkan kualitas komoditas rempah daerah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Agam. Pihak pemerintah berjanji akan membantu penyediaan alat-alat pengolahan sederhana serta memfasilitasi pembentukan kelompok usaha bersama di tingkat nagari. Langkah ini diambil guna menjaga konsistensi volume pasokan serta kualitas mutu rempah kayu manis khas daerah yang terkenal beraroma tajam dan manis alami.

Program pembekalan bagi petani Agam ini akan terus dipantau secara berkala hingga para kelompok tani mampu melakukan proses ekspor secara mandiri melalui koperasi. Pihak dinas perdagangan juga berencana mempromosikan komoditas kayu manis lokal pada ajang pameran rempah internasional guna memperluas jaringan pasar global. Pengolahan produk pertanian berbasis standar mutu tinggi menjadi pilar utama dalam menciptakan kesejahteraan petani yang berkelanjutan. Semoga komoditas kayu manis Agam semakin mendunia.